3 Alasan Penting Hindari Memanggil ‘Anak Nakal’

3 Alasan Penting Hindari Memanggil ‘Anak Nakal’

Anak memiliki perasaan yang sangat sensitif dan cenderung memahami apa yang dia dengar saja. Penting sekali untuk menggunakan kalimat-kalimat positif saat berbicara pada anak. Kali ini belajar parenting untuk menghindari memanggil anak dengan sebutan ‘anak nakal’. Ini alasan pentingnya untuk tidak mengatakan kata negatif itu kepada anak.

  1. Menanamkan Mindset

Anak sering disebut beo karena kerap menirukan apa saja yang dilihatnya. Itulah kenapa orang tua harus memberikan teladan yang baik. Gunakanlah kata-kata yang tepat dan positif agar mindset yang terbentuk pada anak juga baik. Jika Anda menggunakan kata ‘anak nakal’ setiap kali anak melakukan kesalahan maka ini akan berdampak buruk bagi psikologisnya.

Anak akan merasa perkataan yang Anda ucapkan itu adalah label pada dirinya sehingga anak akan berpikir bahwa dirinya adalah anak nakal. Terlebih jika orang tua yang mengatakannya dilakukan di depan orang lain, hal ini akan membuat anak menjadi anak yang benar-benar nakal. Apa lagi ucapan orang tua adalah bagian dari doa yang tidak bisa dipungkiri.

  1. Membuat Anak Tidak Percaya Diri

Klaim anak nakal pada anak akan mempengaruhi rasa percaya dirinya. Ketika anak melakukan sesuatu yang salah dan Anda terus saja melontarkan kata ‘anak nakal’, maka ini akan membuat anak tidak berani melakukan apa-apa. Anak akan menjadi penakut dan kehilangan rasa percaya dirinya untuk melakukan sesuatu.

Hal ini karena anak tidak mau dibilang anak nakal oleh orang tuanya. Terlebih jika Anda mengatakan hal ini di depan orang banyak sehingga akan sangat mempengaruhi mental anak. Cobalah belajar parenting dalam membentuk anak agar Anda dapat menggunakan kata-kata yang lebih baik dan memotivasi anak.

Anak di usia pertumbuhan membutuhkan pujian dari orang tuanya agar bisa termotivasi dan mendapatkan rasa percaya diri. Ketika penyebutan kata ‘anak nakal’ mendominasi maka ini akan mengganggu karakter anak nantinya yang akan terbentuk.

  1. Menimbulkan Persepsi Negatif

Kata ‘anak nakal’ yang terus saja Anda keluarkan akan membuat anak menciptakan persepsi negatif tentang Anda. Anak akan beranggapan bahwa orang tuanya jahat, tidak mengerti dirinya, dan tidak menyayanginya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi hubungan Anda dengan anak ke depannya.

Anak pun akan berisiko tumbuh menjadi anak yang penutup karena merasa tertindas oleh orang tuanya. Anak bisa menjadi orang yang sangat temperamen atau pemarah karena tidak diajarkan berkomunikasi dengan baik. Kata ‘anak nakal’ ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak.

Anak merupakan cerminan orang tua dalam mendidiknya. Penting sekali untuk belajar parenting agar dapat menjadi orang tua yang terbaik. Anak merupakan wujud nyata dari keberhasilan orang tua dalam menjaganya dan memberikan didikan yang terbaik. Pastikan Anda memberikan kebutuhan anak dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kebutuhan.

admin

shares